Kamis, 29 Januari 2015

Hikayah Salafy



Memuliakan Tamu 

Terkisahkan ada sahabat Nabi yang hidup dalam kekurangan. Ia mempunyai anak yang masih kecil-kecil. Apa yang menjadi harta bendanya adalah apa yang ia makan dan ia pakai hari itu, tak pernah berlebih. Meskipun begitu, ia tak pernah mengeluh, ia selalu mensyukuri apa yang ia makan, ia minum dan pakai setiap harinya. Ia tetap taat kepada Allah dan Rasul. 

Suatu ketika kedatangan seorang tamu, saat  itu hari sudah beranjak malam. Sambil berbincang-bincang dengan sang Tamu ia berpikir, aku harus menjamu tamuku apa? Aku tidak punya apa-apa untuk menjamu tamuku. Yang aku punya hanya sepiring nasi, yang sebenarnya hendk aku berikan kepada anak-anakku. Tapi aku harus menghormati tamuku. Aku harus mencari ide agar tetap bisa menjamu tamuku dengan layak. 

Hampir setengah jam sudah ia menemani tamunya berbincang, ia pun mohon diri untuk menidurkan anak-anaknya. Setelah melihat anak-naknya terlelap tidur, ia pun menyiapkan makanan yang hanya satu piring itu. Tak lupa ia juga menyiapkan makanan piring kosong untuk dirinya. Setelah semuanya siap, ia pun memadamkan lampu rumahnya. Sang Tamu  yang berada di ruang tamu terkejut saat mengetahui lampu di rumah yang ia singgahi tiba-tiba padam. Sang Sahabat pun menjelaskan   bahwa lampu minyak dirumahnya sedang rusak. 

“Mari silakan kita nikmati hidangan yang saya siapkan. Maaf gara-gara ada sedikit masalah lampu di rumah saya, kita makan dalam keadaan gelap begini,” jelas si Sahabat sambil menawarkan makanan yang telah disiapkannya.
“Tak apa kita makan dalam keadaan gelap. Saya yang mengucapkan terima kasih karena telah mendapat jamuan yang istimewa ini,” sahut sang Tamu.
Sang Tamu pun makan dengan sangat lahap, begitu juga dengan si Sahabat. Ia berpura-pura makan dengan nikmat, padahal apa yang dihadapannya hanyalah sebuah piring kosong. Selasai menikmati jamuan makan malam yang disediakan si Sahabat, sang Tamu pun pamit. Ia pulang dalam keadaan yang sangat puas. Disamping dapat bersilaturrahmi dengan kawan lamanya, ia juga mendapat jamuan makan malam yang lezat. 

Keesokan harinya Nabi Muhammad saw mendapat wahyu dari Allah Swt, bahwa Allah Swt sangat memuji si Sahabat atas apa yang telah ia lakukan semalam, ia telah memuliakan tamunya dengan sangat baik.

0 komentar:

Posting Komentar