Kamis, 15 Januari 2015

khasanah



Perjalanan ke surga

                               Waktu Ashar 


                   Waktu adalah kehidupan. Barangsiapa yang menyia-menyiakan waktu,maka ia telah menyia-nyiakan kehidupan, demikian Imam Hasan Al Banna menasehatkan.Allah Sang Maha Pencipta telah mambagi waktu menjadi beberapa bagian.Dimana kesemuanya itu,harus dimanfaatkan dengan beramal sholih sehingga memberi manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Pagi adalah sarana yang Allah ciptakan untuk mengumpulkan bekal dalam menjalani kehidupan di siang hari. Di sana ada terminal-terminal pengisian bahan bakar  ruhani. Ada tahajud, dzikir, shalat sunnah fajar, subuh berjamaah, tilawah Al Qur’an, shalat dhuha dan aneka ibadah lain yang disyari’atkan. Pemanfaatan waktu kita di pagi hari merupakan penentu sukses dan tidaknya kita di sepanjang hari itu.
Begitu dengan sore hari. Ia merupakan sarana untuk menghimpun kekuaatan guna menjalani malam yang penuh dengan makar, tipu daya dan juga godaan setan , baik dari golongan jin maupun manusia.
Di dalam rangkaian sore hari itu, terdapat waktu ashar. Ia terletak di ujung sore. Dimana ketika itu, tenaga, pikir dan jiwa kita sedang berada di ambang batas. Energi kita nyaris habis. Belum lagi dengan setumpuk amanah yang belum selesai. Tugas kantor, tugas sekolah, ataupun tugas kita sebagai hamba Allah. Maka di waktu ini, banyak dari kita lalai sehingga terpadaya oleh setan. Muaranya, banyak dari kita yang terjerumus dalam lubang kebinasaan lantaran mengabaikan waktu Ashar ini.
Hal ini sebagaimana terjadi pada sebagian kaum Quraisy yang sering menghabiskan waktu Ashar untuk bercerita tanpa arah yang jelas. Cerita mereka bermuataan gunjingan, celaan dan hinaan kepada sesamanya. Ujungnya, mereka mencela waktu Ashar sebagai waktu yang celaka. Hal ini sebagaimana diungkap oleh HAMKA dalam menafsirkan surat Al Ashr : 1.
Ashar banyak menyimpan keutamaan. Rasul menyebutkan bahwa waktu Ashar adalah salah satu tiket untuk memasuki surga. Sabda beliau, “Barangsiapa melaksanakan shalat Bardain (Shubuh dan Ashar) maka dia akan masuk surga”(HR.Bukhari). Dlam hadist lain disebutkan, “Dari jarir RA, dia berkata : Suatu ketika kami bersama Nabi SAW kemudian pada suatu malam beliau melihat bulan purnama.Beliau bersabda, “Kalian kelak akan melihat Tuhan sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, tanpa ada sesuatu yang menghalangi penglihatan kalian. Karena itu,jangan sampai kalian lewatkan shalat sebelum matahari terbit (Subuh) dan shalat sebelum matahari terbenam (Ashar)”. Kemudian beliau membaca ayat 39 surah Qaf, “Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)” (HR Bukhari No 554).
Oleh karena pentingnya waktu Ashar ini, Allah berfirman,”Periharalah semua shalat(mu), dan (periharalah) shalat Wusthaa” (Al Baqarah : 238). Yang dimaksud dengan shalat wusthaa, menurut jumhur ulama’ adalah Shalat di waktu Ashar. Sabda Rasulullah “Mereka (orang kafir) telah menghambat kita dari melakukan shalat Wustha, yaitu shalat Ashar. Mudah-mudahan Allah memenuhi hati dan rumah mereka dengan api”.(HR Muslim)
Senada dengan ayat di atas, dalam beberapa riwayat riwayat lain Rasulullah juga menyebutkan tentang konsekuensi negatif bagi siapa saja yang meninggalkan atau melewatkan waktu Ashar dengan sengaja.Bahkan, mereka yang kehilangan shalat di waktu Ashar, dikatakan Rasulullah dengan kehilangan harta,keluarga dan semua amal sholihnya. Dari Abdullah bin Umar ra Rasulullah bersabda, “Orang yang kehilangan shalat Ashar bagaikan orang yang kehilangan keluarga dan harta kekayaannya.”(HR Bukhari).
Dalam riwayat lain juga disebutkan, Nabi Saw pernah bersabda, “Orang yang meninggalkan shalat Ashar hilanglah semua amal baiknya,”(HR Bukhari).
Dari penjelasan di atas,tidaklah heran jika Rasulullah memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk mengisi waktu Ashar dengan memperbanyak doa dan dzikir. Keduanya merupakan sarana yang sengaja Allah ciptakan agar kita senantiasa terbentengi dari kejahatan setan yang terus-menerus menabuh genderang perangnya. Agar kita tetap bersiap siaga ketika waktu ashar, meski ketika itu fisik dan pikiran kita berada dalam keadaan malas lantaran seharian bekerja.

0 komentar:

Posting Komentar